Masihkah Reog Ponorogo seperti dulu?

INDONESIA-MALAYSIA-REOG PONOROGO

TANAH Wengker yang dulu merupakan hutan lebat nan angker, saat ini sudah berkembang menjadi Kabupaten Ponorogo yang resik, indah, lapang, dan menawan. Di situs berdirinya Kerajaan Bantarangin yang dipimpin oleh Prabu Kelana Sewandana itulah muncul sebuah bentuk kesenian yang sekarang dikenal sebagai reog ponorogo.

Cerita reog yang terkandung di dalam reog ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Bujangganong.

Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Maka terciptalah reog ponorogo.

Sekitar lima tahun yang lalu Yayasan Reog Ponorogo memprakarsai berdirinya Paguyuban Reog Nusantara yang anggotanya terdiri atas grup-grup reog dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah ambil bagian dalam Festival Reog Nasional. Reog ponorogo menjadi sangat terbuka akan pengayaan dan perubahan ragam geraknya.

reogponorogo

Itulah sebabnya, mau tidak mau reog ponorogo harus menyesuaikan diri dengan menggeser format, meski sekali lagi ditekankan yakni tidak meninggalkan bentuk gerakan aslinya. Perubahan itu pun berjalan secara lurus, tanpa persinggungan yang berakibat fatal. Kendati demikian, pro-kontra tetap muncul antara para pecinta reog asli dan para pembuat format baru.

Bagaimanapun, reog ponorogo memerlukan panggung, karena selain merupakan ekspresi kesenian, reog merupakan salah satu sarana pemenuhan kebutuhan hidup.

Published in: on 22 Februari 2009 at 9:49 AM  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://lingga17.wordpress.com/2009/02/22/masihkah-reog-ponorogo-seperti-dulu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Huahaha:-DNgeliat mukanya reog jadi ingrt seseorang dikelasku..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: